cerita mahasiswa tingkat akhir

hai. hampir setahun saya ga pernah menyambangi blog ini.
kaget juga melihat cerita terakhir saya adalah akhir tahun 2011.
dan sekarang sudah hampir akhir tahun 2012 :)


awal tahun kemarin, tepatnya bulan maret 2012, saya resmi menjadi mahasiswa semester 8 dan wajib mengambil mata kuliah terakhir yaitu skripsi . ya , skripsi. skripsi adalah momok-bagianterpenting-wajib-sakral-horor-kebanggaan-bagi mahasiwa akhir.

saya mau menulis tentang cerita saya mengerjakan skripsi..

saya mendapatkan dosen yang pintar, pikirannya selalu luar biasa, tetapi dia sangat detail dalam pengerjaan.
tidak seperti kebanyakan dosen, beliau meminta anak bimbingnya untuk membaca, mereview, dan memahami jurnal yang terkait dengan topik penelitian yang kami (anak bimbingnya) minati.
sebagian besar anak bimbingnya berharap bisa lulus satu semester, jadi tak perlu waktu lama untuk mengerjakan skripsi..
tapi semua berubah semenjak negara jurnal menyerang..
hancur sudah harapan kami. dosen kami pun juga mengatakan bahwa bagi dia bukanlah lulus cepat, tapi mengerjakan sebaik mungkin apa yang bisa kamu lakukan.
lelah.
letih.
lesu.
putus harapan.
cemas.
satu semester dihabiskan untuk menentukan topik dan judul penelitian kita.

saya sempat kehilangan semangat. merasa sia-sia. menyesal kenapa harus memilih dosen tersebut.
tapi, kedua orang tua saya tidak pernah menuntut saya untuk lulus cepat, apalagi orang tua saya selalu tau kemajuan apa tiap kali saya selesai bimbingan.

semester 9 sedang saya jalani. dan sampai sekarang pun, saya masih menyiapkan angket-angket yang akan saya sebar...

kalian tau?
saya pernah berada di titik terlemah dalam hidup saya. hampir 2 bulan saya tidak menyentuh skripsi saya sama sekali.
saya pernah satu waktu menangis dan mengungkapkan kegelisahan saya ketika teman dekat saya bertanya, " pritha, gimana skripsi kamu? kok km selalu cerita tentang kesibukan kamu yang lain."

pasti, keluarga, teman kita, teman orang tua kita, teman dari teman kita selalu bertanya " udah lulus, belum ?" dan itu terkadang menjadi hal yang membuat kita cemas.

bagaimana bisa teman kita mengerjakan skripsi selama 4 bulan, dan kita 4 bulan hanya untuk menentukan topik ?
bagaimana bisa teman kita sudah bekerja dan kita masih berkutat dengan angket, skala,dan subjek ?
bagaimana bisa kita sudah berusaha keras tapi tetap tidak ada hasil yang signifikan?

ibu saya pernah berkata,
"lakukan sebaik mungkin apa yang kamu bisa lakukan , nak.. kenapa harus menyesal atas semua yang sedang kamu jalani ? kamu yang memilih untuk menjadi di posisi saat ini. kamu juga yang memilih mau sebaik apa kamu saat ini dan sesukses apa kamu nanti.. lulus cepat tidak berarti kamu bisa sukses kemudian hari"

saya bahagia orang-orang disekitar saya tidak pernah menuntut saya.. orang tua saya tidak ingin memberikan beban yang berat karena bagi mereka mengerjakan skripsi sudah banyak menyita waktu, pikiran, tenaga, dan emosi saya :)

saya selalu berdoa pada Tuhan, bantu aku dalam semua pekerjaan ini. bimbing aku supaya mampu memberikan yang terbaik. semua hasilnya akan kuserahkan kedalam tangan Tuhan. baik buruknya. suka dukanya. senang sedihnya. semua pasti itu yang terbaik :)

saya belajar untuk pasrah. untuk menghilangkan ke-ego-an saya. saya belajar untuk lebih sabar. saya dilatih untuk tidak lagi menjadi pencemas. saya dilatih untuk disiplin. dan terlebih, saya dilatih dan dihadapkan pada kenyataan untuk tidak lagi membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain :)

ternyata mengerjakan skripsi membawa saya pada banyak pelajaran..

saya yakin, kelak saya akan menjadi sarjana psikologi dan membuat orang tua saya bangga.


Komentar

  1. masuk ke blog sederhana aku ya sist :)

    ninnanasrullah2404.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Nice Info Bermanfaat Sekali Jangan Lupa Kunjungi Blog Saya
    http://jasapembuatanskripsiprofesional.blogspot.com/

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer