Pengalaman Berburu Kampus Magister Profesi Psikologi di Jogja
Cobaaaaaa tunjuk hidung sendiri
siapa yang masih bingung antara profesi psikologi dan ilmuwan psikologi? Apa
bedanya Magister Profesi Psikologi dan Magister Psikologi saja?
Hayooo ngaku..
Sedikit nih gambaran tentang
perbedaan dua bidang tersebut. Kalau magister profesi ya gelarnya nanti sebagai
Psikolog dan temanteman yang boleh mengambil bidang ini hanya kalian dengan
latar belakang psikologi.
Terus yang S1 nya bukan psikologi
ya masuknya ke sainsnya atau jadi ilmuwan psikologi.
Saya mau berbagi cerita, selepas
saya resign dari Timika pada bulan Desember 2016 saya memutuskan untuk
melanjutkan kuliah di bidang profesi psikologi, rencananya ambil konsentrasi
klinis.
Setibanya di Jogja, saya mencari
informasi berbagai macam kampus, pilihan saya terbatas hanya di Jogja karena
biaya kuliah saya sendiri yang bayar, kalau harus kuliah di luar, saya harus
mengadu kepada siapa untuk biaya hidup.. pakde Jokowi? Ga mungkin kan.
Padahal
bayangan kampus di luar Jogja udah banyak, ada di UI, UNPAD, Unika Atma Jaya,
Universitas Airlangga atau Ubaya (itupun juga kalau keterima). Tapi karena di Jogja pilihannya hanya UGM, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, atau Universitas Islam Indonesia. Pilihan jatuh di dua
kampus saja, mercu buana atau UGM. Kebetulan kakak dan pacar saya kuliah s2
mapro di mercu, jadi saya bisa mendapatkan informasi dan bayangan perkuliahan
di mercu. Untuk akreditasi, mercu B dan UGm sudah A. bisa cek disini Ban-PT
Timeline saya berburu kampus itu
seperti ini..
UGM memulai pendaftaran mapro
sekitar bulan April 2017,
Syarat pendaftaran mapro UGM silahkan cek syarat daftar . Ada beberapa syarat yang harus dilengkapi dan saya belum memilikinya, beberapa
diantaranya adalah sertifikat bahasa dan tes potensi akademik yang diakui. Saya
ga punya sertifikat toefl dan saya ga mau ribet, saya memilih ikut tes yang
semuanya diselenggarakan oleh UGM.
Di masing-masing web tersebut, teman-teman bisa melakukan pendaftaran via web dan pembayaran di bank. Jangan malas cari info kapan saja tes dilaksanakan ya!
Tanggal 22 maret
2017 saya mengikuti ujian Acept di lembaga bahasa UGM sebagai syarat
pendaftaran mahasiswa baru.
Tanggal 23 maret nya saya
mengikuti ujian PAPs di fakultas psikologi UGM.
Hasil kedua tes
tersebut kira-kira keluar kalau tidak salah sekitar 10 hari. Sebenarnya saya
deg-degan bagaimana kalau skor saya kurang, saya harus mengulang kembali,
apalagi diingat bahwa saya ga belajar bahasa dan tes potensi dengan persiapan
yang banyak, karena setelah resign saya lebih banyak main daripada belajar.
Akhirnya hasilnya keluar dan
hasilnya ternyataaaaaa Puji Tuhan cukup sebagai persyaratan pendaftaran tanpa
perlu mengulang. FYI, kalau tidak salah, minimal skor untuk ACEPT adalah 209 dan untuk PAPs adalah 500.
Oke, tinggal menunggu pembukaan resmi pendaftaran UGM.
Sebenarnya niat saya daftar mercu
nanti setelah tes UGM kalau saya ga lolos saya baru daftar di mercu, mengingat pasti
kalau ikut tes mercu kalau lolos saya harus bayar biaya daftar ulang dll.
Jrenngggggg…. Rumor yang beredar, kuota untuk masuk mapro di mercu tidaklah banyak
hanya 20 kursi. Pacar saya agak panic. Kalau dia aja panik ya saya makin paniklah. Jadi
dia meminta saya untuk segera daftar.
Yaudah deh daripada menunda juga, saya
akhirnya mendaftar di gelombang 1 dengan membayar biaya Rp 400.000,00 dan melengkapi berkas administrasi. Pendaftaran di Mercu Buana bisa dilakukan langsung di Kampus 3 UMBY di ringroad utara yogyakarta.Tes nya terbagi dua menjadi tes potensi
akademik dan tes kemampuan dasar, waktu itu kelompok saya sekitar 10 orang yang
mengikuti tes. Tes potensi akademik ya mirip pengerjaan tes Paps UGM dan disini
saya merasa lelah berpikir soalsoal tersebut, miripmirip coyyyyy, capek juga awak lihat soal begituan. Kemudian dilanjut langsung tes
kemampuan dasar. Terdapat 70 soal yang terdiri dari bahan psikodiag, kode etik
dan soal kasuistik klinis. Tanpa
persiapan belajar yang banyak dan terlalu mengganggap “mudah” pasti lolos, saya
mengerjakan semua tes tersebut. Pengumuman diinfokan di web pada pukul 6 sore.
Yakin lulus? Yakin donk… dan ternyata SAYA DINYATAKAN TIDAK LOLOS…
Hahahahahhaha…. Waduh. Gimana ini
bilangnya ke ortu, ke kakak, dan ke pacar kalau saya ga lolos mercu di tahap
tes tertulis. Hahaha. Mereka langsung menduga kalau saaya pasti tidak
mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh. Oiya, tapi di mercu, kalau kita belum
lolos, mereka memberi kesempatan lagi langsung di hari selanjutnya untuk mengulang
lagi soal yang tadi dikerjakan. Yaa.. saya mengambil kesempatan tersebut dengan
4 orang lainnya dan kali ini saya bersungguh sungguh berpikir dalam menjawab
heheeheh. Pengumuman disebarkan dan tes kedua ini saya lolos.. Ketiga teman
saya yang lain ada yang tidak lolos dan mengulang lagi di keesokan harinya dan akhirnya semua
dinyatakan lolos di tahap tes tertulis. Minggu berikutnya adalah tes wawancara.
Pertanyaannya ya seputar pengalaman setelah lulus, tentang pendanaan, rencana
penelitian, gambaran perkuliahan mapro, dan mengapa memilih mapro klinis, wawancara dilakukan dalam waktu 20 menit. Seminggu kemudian, hasil interview sudah keluar dan saya dinyatakan
diterima di mercu buana. Horeeee… dan lebih horenya lagi… interviewer saya
mengucapkan bahwa bila belum bisa daftar ulang di gel.1 bisa bayar di gelombang
selanjutnya dengan biaya yang menyesuaikan.
Apabila teman-teman tertarik daftar mapro psikologi di mercubuana, bisa klik http://pascasarjana.mercubuana-yogya.ac.id/
Bulan april pun tiba.. rajin-rajin cek um.ugm.ac.id, UGM secara
resmi membuka website pendaftaran, semua langsung terkoneksi di akun masing-masing ya
- Segera membuat akun dengan email kalian dan verifikasi
- login dan Upload pas photo (waktu saya background diminta warna biru)
- lengkapi identitas diri
- Upload berkas (scan ijasah, transkrip, dll - cek syarat apa saja yang harus diupload)
- Surat rekomendasi dosen/atasan. Surat rekomendasi akan langsung terkoneksi via akun web kita masing masing. Kita hanya mengisikan email dosen/atasan, link rekomendasi akan terkirim langsung ke email pemberi rekomendasi dan kita tinggal menunggu mereka mengisi dan mengirim kembali.
- Setelah data terinput benar dan surat rekomendasi telah diterima, kita kunci data dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 750.000,00 via bank.
- Setelah pembayaran, kita mendapatkan bukti registrasi, dan kemudian memberikan berkas ke sekretariat mapro ugm.
- Setelah semua dilakukan, kita tinggal tunggu pengumuman kapan ujian masuk akan dilaksanakan. Pengumuman akan diberikan dengan SMS broadcast dari pihak kampus.
- selesai dehh. tinggal tunggu tanggal ujian
Tibalah hari ujian saya tiba di
tanggal 11 Juli 2017. Dengan bekal restu dari orang tua dan meminta Tuhan untuk
menyertai setiap langkah saya, tibalah saya di ruangan G100 dan gilaaa… banyak
sekali pendaftar di ruangan tersebut dan belum lagi terhitung jumlahnya di
ruangan yang lain dan itu hanya untuk konsentrasi klinis saja katanya 187 orang dan kami bersaing untuk memperebutkan 35 kursi mapro klinis.
Alamaaakkkk…. Langsung ciut hati saya..
Oiya, kabar beredar untuk peminatan PIO jumlah pendaftar 87 orang, dan peminatan pendidikan sebanyak 60 orang.
Pukul 08.00 pun soal dibagikan… makin ciut lagi…
soal hanya pilhan ganda dan berjumlah 100 soal dikerjakan dalam waktu 120
menit. Waktu dibuka lembar pertama, saya hanya bisa terdiam dan termenung, soal
diluar perkiraan saya.
No 1-40 lebih banyak ke
pengetahuan umum psikologi selama kita kuliah di semester awal. Soalnya detail
sekali, seperti nama tokoh humanistic psikodinamika behavioral dll, kemudian
tentang psikologi faal, tentang sampling data, statistic dan metodologi
penelitian.
41-60 lebih ke soal observasi dan
wawancara
61-100 seingat saya tentang kode
etik dan kasuistika (dan ini bukan hanya tentang klinis saja tapi juga ada
tentang pendidikan dan industry) setelah kroscek dengan teman, ternyata soalnya
semua sama di setiap konsentrasi.
Tes dilaksanakan pukul 8-10.
Jadwal saya mendapat LGD dan wawncara di pukul 15.00-17.00. Pelaksanaan tes terbagi menjadi beberapa kloter, ada di hari itu juga pukul
13.00-15.00 ada juga yang dilaksanakan keesokan harinya.
Tibalah giliran saya mengikuti
LGD. Jadi dalam LGD ini nanti kita akan dikelompokkan dari 5-6 orang. Kita
akan diberi soal dan dipersilahkan sendiri berdiskusi terserah kelompok
bagaimana alurnya. Saya senang sekali memiliki kelompok LGD yang kompak, kami
wanita semua berlima dan diskusi lancar tanpa ada yang tampak ingin sekali menonjol
dan menjatuhkan. Saya masih ingat loh nama mereka (kalau tidak salah), Prima
Novi Nod dan Zara. Kasus LGD kami waktu itu adalah tentang pernikahan dini dan
perceraian dini. Pertanyaannya kira-kira tentang seberapa penting masalah tersebut dan intervensi apa yang
harus dilakukan.
Setelah LGD sekitar 20 menit,
kami antri untuk wawncara dan saya mendapat giliran terakhir.
Wawancara juga alurnya sama, perkenalan diri, pengalaman selama kuliah dan
setelah kuliah, pendanaan, motivasi klinis, rencana penelitian, bayangan 10
tahun kedepan, bayangan tentang kuliah mapro dan beberapa pertanyaan personal
lainnya – sampai akhirnya setelah wawancara selesai, saya seperti merasa
sepertinya kok saya kecil kemungkinannya untuk diterima ya-.
Saat hendak keluar dari ruangan
wawancara, saat membuka pintu saya langsung memasrahkan diri saya pada
Tuhan. Saya telah berusaha semaksmal mungkin yang saya bisa lakukan dan saat
ini hanya kuasa Tuhan yang berkehendak, yang terbaik menurutNya.
Pengumuman penerimaan dilakukan
18 Juli mulai jam 20.00 di akun web masing-masing tepat seminggu setelah ujian
dilaksanakan. Dari pagi rasanya saya gelisah dan saat bangun pagi pun saya
langsung mensugesti diri saya bahwa semua akan baikbaik saja, semua hasil
pengumuman ini adalah kehendak Tuhan. Ya, saya sudah mempersiapkan diri saya
untuk mengetahui hal yang mungkin di luar harapan saya.
19.44 saya cek login web lewat ponsel
dan ada tanda bahwa pengumuman sudah bisa diakses dari puku 19.00. Saya
beranikan diri mencoba dann…….
Syukur pada Tuhan, SAYA DINYATAKAN LOLOS dan DITERIMA sebagai mahasiswa mapro psikologi UGM angkatan 2017. Langsung saya
bangunkan ibu dan bapak yang sudah tertidur dan memberitahu mereka bahwa saya
lolos. Huaaaa.. peluk mereka satusatu sambil tentunya nangis terharu.
Tuhan baik sekali pikir saya.
Maha Baik.
Saya langsung menghubungi pacar
dan beberapa teman dekat bahwa saya diterima di UGM. Hehehe… jadi ya begitulah
kira-kira pengalaman saya berburu kampus di Jogja. Tahap selanjutnya setelah
pengumuman ya pembayaran UKT dan cetak KTM, dan memulai pengalaman sebagai
mahaiswa baru di sekitar bulan Agustus.
Saya ceritakan lagi di kemudian
hari pengalaman saya sebagai mahasiswa baru ya!
Teman-teman selamat
berjuang mencari sekolah dan semangat mengejar mimpi kalian ya.
Salam,
Pritha

Kak, mau tanya. Apakah dalam proses seleksi mapro ugm selain diminta rekom dosen/atasan jg ad persyaratan untuk membuat proposal penelitian d awal?
BalasHapusKak.. Bisa berbagi cerita kah mengenai psikologi klinis dan pendidikan? Atau bisa sharing via email boleh kah kak.?. Terimakasih.
BalasHapus